Jumat, 25 Oktober 2013

Koruptor dan Hotel Prodeo

(Warganegara dan negara)
Oleh Frisca Idviosa/ 1A112045/ 1KA24

Indonesia adalah negara berkembang yang mempunyai banyak penduduk. Penduduknya terdiri dari warganegara Indonesia dan ada juga warganegara asing. Indonesia mempunyai dasar-dasar hukum dalam menjalankan pemerintahannya dimana hukum yang berlaku di Indonesia harus dipatuhi oleh warganegaranya agar tercipta keselarasan dan keserasian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Namun, seringkali kita menemui banyaknya kasus-kasus pelanggaran hukum yang terjadi di negara kita ini, contohnya kasus perampokan, pencurian, pemerkosaan, penipuan, pembunuhan, dan korupsi. Apabila membahas masalah korupsi, sepertinya tidak akan pernah habis untuk dibahas, kenapa? Karena pelanggaran hukum yang dilakukan dengan cara korupsi sepertinya sudah membudaya di negara kita, Indonesia. Kasus suap-menyuap dengan uang pun sepertinya sudah biasa dilakukan oleh kalangan atas yang berpendidikan itu. Pelanggaran hukum yang mereka lakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan atau kepentingan mereka sendiri semata.  

Permainan politik pun ikut berperan dalam kasus suap-menyuap dan korupsi. Dimana kata politik dimanfaatkan untuk melancarkan niat mereka untuk korupsi. Kasus korupsi lama terungkap atau tidak terungkap karena para pelaku mempunyai wajah dan cara tersendiri untuk menutupi tindakan mereka. Sebenarnya, tidak hanya politik saja yang berkaitan erat dengan kata korupsi, tapi semua aspek pun bisa saja melakukkan pelanggaran hukum ini, misalnya, pendidikan, olahraga, perbankan, perpajakan, dan lain sebagainya. Kenapa kasus ini seperti air mengalir? Kenapa pelakunya masih bisa hidup nyaman? Kenapa masih saja tidak jera melakukan korupsi padahal sudah jelas ada sanksi tertulis? Apakah hukum kita tidak membuat jera pelaku korupsi?.

Para pelaku korupsi yang sudah terpidana akan dikenai sanksi penjara dan denda. Tapi kenapa ada berita yang menyatakan ada salah satu pelaku korupsi yang hidup nyaman di hotel prodeo padahal seharusnya di hotel prodeo ini mereka tidak bisa nyaman di dalamnya, semua aktifitas mereka dibatasi agar mereka jera untuk tidak melakukan pelanggaran hukum lagi. Bagaimana aparat hukum kita? Apakah uang sangat kuat, sehingga hukum pun bisa dibeli?  

Pertanyaan ini sudah biasa kita dengar, lalu bagaimana kita mengatasi kasus korupsi agar pelaku korupsi jera? Apakah sanksi terhadap pelanggaran hukum berupa korupsi ini harus lebih diberatkan? Namun, apakah bila sudah diberatkan korupsi akan hilang? Korupsi akan berkurang. Namun, yang terpenting adalah kesadaran spiritual dari masing-masing kita harus kita perkuat. Agar kita tidak tergoda untuk melakukan pelanggaran hukum ini. Karena korupsi itu mengambil hak yang bukan milik kita.

Kamis, 17 Oktober 2013

Pengangguran adalah Kesuksesan yang Tertunda

(Pemuda dan Sosialisasi)
Oleh Frisca Idviosa/ 1A112045/ 1KA24

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.  Masalah pengangguran yang makin banyak jumlahnya di Negara kita dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan. Generasi muda saat ini tidak semuanya setelah menempuh pendidikan diploma ataupun sarjana akan langsung mendapatkan pekerjaan, dimana akan ada status yang bernama pengangguran.

Pengangguran yaitu sebutan bagi pemuda yang belum bekerja padahal mereka sudah menempuh pendidikan diploma atau sarjana. Lalu bagaimana kita sebagai pemuda menanggapi hal ini? Sebenarnya menjadi pengangguran adalah merupakan proses mencapai kesuksesan yang sedikit tertunda, jika cara berfikir kita adalah tidak mengenal lelah untuk mendapatkan pekerjaan maka suatu saat kita akan memperoleh pekerjaan.


Proses sosialisasi yang kita dapatkan selama sekolah ataupun kuliah secara tidak langsung akan membentuk pribadi kita. Bisa terlihat dari bagaimana cara kita menghadapi kehidupan dewasa ini. Apakah kita mudah putus asa, atau optimis dalam menghadapi hidup ini. Bagi para pengangguran mendapatkan pekerjaan adalah hal yang sudah menjadi keharusan. Karena dikehidupan ini uang didapatkan dari bekerja dan uang pula adalah media untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Namun, akan lebih baik lagi jika kita berfikir untuk menjadi seorang pengusaha. Sehingga kita dapat mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur dapat kita wujudkan dengan berfikir kreatif dan memahasi situasi dan kondisi masyarakat kita akan kebutuhan mereka. 

Rabu, 16 Oktober 2013

Tugas 1. Pengantar Telematika PTA 2013/2014 Kelas 4KA22



1.      Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang perkembangan teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi!
Jawab:
Penyebarluasan informasi sekarang ini tidak perlu diragukan lagi, kecepatan dan kemudahan  berinternet dalam mengakses informasi  yang kita inginkan sudah sangat baik selama masih ada akses untuk berinternet. Dengan sudah banyaknya gadget-gadget yang lebih inovatif dan bisa didapatkan dengan harga terjangkau, kini berkomunikasi menjadi lebih mudah karena gadget tersebut mudah untuk dibawa kemana-mana, dan penyebarluasan informasi masih akan terus berkembang dengan masih tetap adanya warung internet. Pada akhirnya, informasinya sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat, dimana dengan perkembangan teknologi, kita dapat mendapatkan informasi  yang kita butuhkan dengan mudah. Misalnya, internet bisa mengakses kondisi cuaca, kondisi lalu lintas, berita terkini, komunikasi dua arah, dan hiburan.

2.      Bagaimana peranan telematika dalam bidang pendidikan? Berikan contohnya!
Jawab:
Telematika dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan menggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telekomunikasi adalah internet.(http://bagasirawanganteng.blogspot.com/2012/10/pengantar-telematika.html?m=1). Peranan telematika dalam bidang pendidikan sangat membantu. Dengan bertebarannya web yang bernuasa pendidikan hal ini semakin mempermudah para pelajar dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Pelajar dapat mengakses internet untuk mendownload e-book yang berisi materi yang berhubungan dengan pelajaran. Pelajar dan guru pun dapat memanfaatkan fasilitas yang ada pada e-mail, untuk mengumpulkan dan memeriksa tugas, dimana dalam hal ini menghemat waktu karena tidak perlu tatap muka. Sebagai contoh web yang dapat mempermudah pelajar dan pengajar adalah situs studentsite Universitas Gunadarma, semua informasi jadwal perkuliahan, sarana mengumpulkan tugas, informasi silabus, dan lain sebagainya dapat diakses disitus ini.


3.      Apa manfaat dan dampak negatif dari perkembangan telematika? Jelaskan!
Jawab:
Manfaat dari Telematika
·         Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam versifikasi kebutuhan.

·         Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.

·         Di bidang kesehatan dan juga di bidang pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas. Dengan adanya pendidikan yang dilakukan dengan jarak jauh melalui internet.

·         Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya masyarakat membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet.

·         Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor- sektor lainnya. Sebagaimana terjadinya penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya yang terjadi pada negara-negara di dunia misalnya Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara- negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.

Dampak Negatif dari Telematika
·         Meningkatnya tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.

·         Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
·         Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.

·         Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.

·         Informasi dan data yang mudah diperoleh tidak hanya informasi yang bersifat positif tapi juga negative. Kurangnya keamanan pengaksesan informasi negative dapat meningkatkan kejahatan dalam masyarakat, seperti peredaran video porno di internet meningkatkan pemerkosaan dan pelecehan seksual. Kurangnya privasi pengguna, karena kurangnya keamanan jaringan sehingga dapat dengan mudah disusupi oleh hacker/cracker ataupun virus. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Telematik)

4.      Bagaimana cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika tersebut?
Jawab:
cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika tersebut adalah
·         Diperlukannya peran pemerintah dalam merapkan hukum cybercrime
·         Diperlukannya proxy bagi instansi untuk menyaring informasi mana yang diperlukan dan mana yang tidak
·         Diperlukannya peran orang tua bagi anak-anaknya ketika anak-anak mereka berinternet
·         Dimulai dari diri sendiri bagi yang sudah dewasa karena sudah mengerti mana yang salah dan yang benar untuk dapat menyaring informasi dan tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang didapat dari dunia maya.


Jumat, 11 Oktober 2013

Laki-Laki Feminim di Keluarga dan Masyarakat

(Individu, Keluarga, dan Masyarakat)
Oleh Frisca Idviosa/ 1A112045

Permasalahan yang akan dibahas yang berkaitan dengan individu, keluarga,
dan masyarakat adalah kenapa ada laki-laki feminim?.Kita tahu bahwa di dunia ini hanya ada 2 jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan.Tapi, bila kita perhatikan kembali di kehidupan bermasyarakat ini kita akan temui ada laki-laki yang bersikapseperti perempuan atau biasa kita menyebutnya waria, bisa kita lihat dari caranya berjalan, dan cara berbicaranya yang lembut menyerupai perempuan bahkan mereka lebih suka bermain dengan para perempuan ketimbang temannya yang sejenis. Kenapa bisa ada laki-laki yang feminim? Hal ini biasanya bisa disebabkan oleh lingkungannya dan lingkungan yang paling dekat adalah keluarga. 

Bila kita baca-baca lagi mengenai latar belakangnya banyakdari mereka yang menjadi waria karena cara asuh keluarganya. Misalnya mainnan yang diberikan orangtua pada anaklaki-lakinya bukan robot atau mobil-mobilan melainkan boneka karena awalnya mereka ingin mempunyai anak perempuan, sehingga nantinya si anak laki-lakinya akan tumbuh dengan mempunyai jiwa yang feminim. Atau bisa juga karena ada masalah dalam keluarga seperti orangtuanya sering bertengkar dan sang ayah melakukan tindakan kekerasan di depan anaknya sehingga anaknya menjadi tidak sukadengan laki-laki. Atau bisa juga karena si anak lelaki terlalu dimanja dan terlalu dekat dengan ibunya.

Belum lagi kalau laki-laki feminim ini berasal dari keluarga kurang mampu, mereka bisa mencari makan dengan hasil dari bekerja sebagai pengamen di jalanan akan tetapi mereka mendandani diri mereka seperti perempuan dan bisa juga mereka menjadi pekerja seks komersial dengan cara mendadani diri mereka menyerupai perempuan.Tidak jarang dari mereka para waria ini sering sekali terjaring oleh razia satpol PP dan membuat hati miris bila kita melihatnya. Mereka berlari-lari kesana kemari menghindari dari ditangkapnya oleh satpol PP, ada juga yang menangis sambil memohon-mohon untuk tidak ditangkap.Karena dilain sisi mereka memang ingin mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari mereka ,namun apa yang mereka lakukan merupakan pelanggaran karena bertentangan dengan norma dan hukum di Indonesia. Dan di kalangan masyarakat kita pun, perbuatan dan tindakan para waria ini adalah dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita pada umumnya.

Fenomena laki-laki feminim ini ebenarnya tidak sepenuhnya salah mereka karena keluarga dan lingkungan terdekatnyalah yang paling berpengaruh membentuk pola pikir mereka.Oleh karena itu bila ada teman kita yang seperti ini sebaiknya jangan dijauhi tapi kita bimbing dia agar kembali ke kodrat yang sebenarnya karena jika mereka mempunyai niat yang kuat dan sadar bahwa agama melarang hal semacam itu, mereka akan sembuh dan kembali menjadi laki-laki tulen. Peran negara dalam hal ini, adalah mencegah masuknya budaya Barat yang tidak sesuai dengan budaya kita melalui media masa cetak dan elektronik ke Negara kita, karena di Eropa waria itu dilegalkan keberadaanya.

Kita yang merupakan calon orang tua nantinya bimbinglah anak kita agar terbentuk pribadi yang baik yang sesuai dengan pedoman agama, sehingga nantinya anak-anak kita berada di jalan yang benar dan tidak melenceng dari peraturan agama yang mereka yakini. Salah satunya adalah mengajarkan anak laki-laki kita untuk menjadi lelaki seutuhnya yang akan memimpin keluarganya nanti.


Rabu, 02 Oktober 2013

Teknologi Informasi Mempengaruhi Kebudayaan Indonesia

(Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan)
Oleh Frisca Idviosa/ 1A112045/ 1KA24

Teknologi informasi ini sebenarnya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Selain mempunyai sisi positif, perkembangan teknologi informasi ini pun mempunyai sisi negatif, jika informasi yang ada atau dapat diakses tidak disaring dengan baik maka budaya dari negara luar.akan masuk ke Negara kita dan  mengakibatkan memudarnya budaya Indonesia itu sendiri.

Sisi positif masuknya budaya Negara lain ke Negara kita adalah cara Negara lain mengikuti perkembangan teknologi. Nah, untuk masalah Teknologi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari ini adalah baik untuk diadaptasi di Negara kita. Namun, masuknya budaya lain ke Negara kita pun mempunyai sisi negative,yang sebenarnya tidak perlu kita contoh, akan tetapi pada kenyataannya ada sebagian dari budaya kita sudah dipengaruhi budaya lainContohnya saja, bisa kita lihat dari gaya hidup masyarakat Indonesia sekaran, ada yang terlihat mewah, padahal sebenarnya budaya asli kita mengajarkan kita untuk hidup sederhana, kemudian bisa kita lihat juga dari cara berpakaian  masyarakat kita sekarang ini lebih minim yang  bisa dikatakan kurang sopan karena budaya timur yaitu budaya kita mengajarkan kita untuk berpakaian tertutup yang berarti sopan. Cara berpakaian minim ini, dengan miris kita bisa temukan dari cara berpakaian remaja zaman sekarang.


Mengatasi dampak pengaruh negative dari masuknya kebudayaan asing ke Negara kita dibutuhkan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat serta masyarakat itu sendiri. Masuknya budaya asing ke suatu negara itu sebenarnya adalah hal yang wajar, asalkan budaya yang masuk ke Negara kita tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Sebenarnya budaya Indonesia masih tetap bisa kita pertahankan dan kita jaga, salah satu caranya adalah dengan  mulai dari mencintai produk dalam negeri kita sendiri, menerapkan pancasila dikehidupan sehari-hari dengan baik, dan yang paling penting adalah memunculkan perasaan mencintai Indonesia itu sendiri. Melihat kondisi Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia, tergambar jelas budaya asing mewabah, namun saya masih yakin budaya timur kita masih ada karena di seluruh Indonesia masih ada orang yang ramah, sopan dalam berprilaku dan berpakaian, selalu tersenyum dan lain-lain yang menerapkan budaya timur dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu film Indonesia di tahun 2013 yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme adalah film “5 cm” yang diadaptasi dari novel karangan Donny Dhirgantoro yang menggambarkan bahwa Indonesia itu indah beserta dengan isi-isinya. Hal ini menyiratkan juga bahwa masih ada pemuda yang mempunyai jiwa nasionalisme dan berusaha menularkan kesemua kalangan agar lebih mencintai negeri pertiwi ini melalui karyanya, jadi cukup dengan memulai dari diri sendiri, cintailah negeri kita “Indonesia”.

Sabtu, 22 Juni 2013

Budaya, Kreativitas dan Inovasi

Nama : Frisca idviosa
NPM : 1A112045

A.PENGERTIAN DAN FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya  itu mempengaruhi organisasi dan bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi. Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

a.    Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
b.    Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
c.    Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
d.   Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
e.    Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.
f.     Schein (1992) memandang budaya organisasi sebagai suatu pola asumsi-asumsi mendasar yang dipahami bersama dalam sebuah organisasi terutama dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Pola-pola tersebut menjadi sesuatu yang pasti dan disosialisasikan kepada anggota-anggota baru dalam organisasi. Lebih jauh lagi Schein menggambarkan adanya tiga tingkatan atau lapisan budaya organisasi, yaitu :
1.    Artifak (Artifacts) : Artifak merupakan tingkat budaya yang tampak dipermukaan. Termasuk dalam artifak adalah semua fenomena yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan Ketika seseorang memasuki sebuah kelompok dengan budaya yang masin asing baginya. Termasuk dalam artifak juga adalah produk yang tampak (visible products) dari organisasi seperti rancangan lingkungan fisik, bahasa, teknologi, produk, kreasi artistik, gaya dalam berbusana, pengungkapan emosi, mitos dan cerita tentang organisasi, nilai-nilai organisasi yang dipublikasikan, ritual, perayaan-perayaan.

2.    Nilai-nilai yang diyakini (expoused values) : Dalam organisasi terdapat nilai-nilai tertentu yang umumnya dicanangkan oleh tokoh-tokoh seperti pendiri dan pemimpinnya, yang menjadi pegangan dalam menekankan ketidakpastian pada bidang-bidang yang kritis. Nilai-nilai itu menjadi sesuatu yang tidak lagi didiskusikan dan didukung oleh perangkat keyakinan, norma serta aturan-aturan operasional mengenai perilaku dalam organisasi Hal-hal tersebut membentuk suatu kesadaran dan secara eksplisit diucapkan serta dilakukan karena telah berfungsi sebagai norma atau moral yang memandu anggota organisasi dalam menghadapi situasi tertentu dan melatih anggota Baru.

3.    Asumsi-asumsi dasar (basic assumptions) : Merupakan asumsi-asumsi dasar yang telah ada sebelumnya (taken for granted) dan menjadi panduan perilaku bagi anggota organisasi dalam memandang suatu permasalahan. Jika asumsi dasar dipegang teguh, maka anggota organisasi akan merumuskan perilaku berdasarkan pada kesepakatan-kesepakatan yang berlaku. Asumsi-asumsi dasar cenderung untuk tidak dipertentangkan atau diperdebatkan dan cenderung sangat sulit diubah.

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1.        Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2.        Sebagai pengikat suatu masyarakat
3.        Sebagai sumber                        
4.        Sebagai kekuatan penggerak
5.        Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6.        Sebagai pola perilaku
7.        Sebagai warisan
8.        Sebagai pengganti formalisasi
9.        Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10.    Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state
11.     
Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
1.        Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
2.        Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
3.        Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4.        Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial



B. TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).

Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
a.         Organisasi Koersif adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
b.        Organisasi Utilitarian adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
c.         Organisasi Normatif adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.

C. KREATIFITAS INDIVIDU DAN TEAM PROSES INOVASI

Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas.

Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi. Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan.Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan.

Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.




Perubahan dan Pengembangan Organisasi


Nama : Frisca Idviosa
NPM : 1A112045

A.PENGERTIAN DAN PERUBAHAN ORGANISASI
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, sehingga dapat kami simpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Pertumbuhkembangan IPTEK ,sosial,ekonomi,dan lingkungan menimbulkan permasalan yang harus dihadapi organisasi menjadi semakin luas dan kompleks. Permasalahn tersebut terus berkembang sesuai percepatan perubahan yang terjadi.

Situasi yang terjadi menjadikan pembelajaran bahwa permasalahan tidak tumbuh secara linier, dimana banyak seklai hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan demikian organisasi dituntut untuk terus menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Pengalaman yang dialami berbagai organisasi di Negara maju menunjukkan bahwa hanya organisasi yang secara konsisten terus meningkatkan dirinya melalui pengembangan organisasi yang dapat bertahan.

Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi keadaan yang tidak mengalami pertumbuhan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium (hilangnya keseimbangan moral). Hal ini mengakibatkan penyakit masyarakat atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam organisasi sehingga perlu dilakukan pengembangan organisasi untuk melakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.

Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Faktor-faktor Perubahan Organisasi
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan namun tidak dapat dihindari namun harus dihadapi.
Faktor perubahan terjadi karena ada 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
a. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber.Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah sistem kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Kekuatan-kekuatan Internal yaitu:
1. Perubahan kebijakan lingkungan
2. Perubahan tujuan
3. Perluasan wilayah operasi tujuan
4. Volume kegiatan bertambah banyak
5. Sikap dan perilaku dari para anggota organisasi.

b. Faktor eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu:
1. Politik
2. Hukum
3. Kebudayaan
4. Teknologi
5. Sumberdaya alam
6. Demografi
7. Sosiologi

Metode Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Manajer senantiasa harus mengintisipasi perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian – penyesuaian disain organisasi di waktu yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat di sebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya.

Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.(Edi Wibowo,2010)

Tujuan utama Pengembangan Organisasi adalah untuk perbaikan fungsi organisasi itu sendiri. Peningkatan produktivitas dan keefektifan organisasi membawa implikasi terhadap kapabilitas organisasi dalam membuat keputusan berkualitas dengan melakukan perubahan terhadap struktur, kultur, tugas, teknologi dan sumber daya manusia. Pendekatan utama terhadap hal ini adalah mengembangkan budaya organisasi yang dapat memaksimalkan keterlibatan orang dalam pembuatan keputusan yang efektif dalam organisasi.
Menurut Robbins (1984), usaha PO pada umumnya diarahkan pada dua tujuan akhir, yaitu peningkatan keefektifan organisasi dan peningkatan kepuasan anggotanya. Lebih lanjut, Robbins merinci tujuan PO sebagai berikut:
a. Meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota organisasi.
b. Meningkatkan timbulnya konfrontasi terhadap masalah organisasi baik dalam kelompok maupun antar-kelompok, sebagai kebalikan dari to sweeping problem under the rug.
c. Terciptanya lingkungan dimana otoritas peran yang ditetapkan ditingkatkan dengan otoritas berdasarkan pengetahuan dan keterampilan.
d. Meningkatkan keterbukaan komunikasi secara horisontal, vertikal dan diagonal.
e. Menaikkan tingkat antusiasme dan kepuasan personal dalam organisasi.
f. Menemukan solusi yang sinergis terhadap masalah dan Menaikkan tingkat responsibilitas diri dan kelompok dalam perencanaan dan implementasi.

B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI
Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :
1.   Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
2.   Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
3.   Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
4.   Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5.   Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
6.   Mengadakan perubahan struktur organisasi.
7.   Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
8.   Mengubah tata aliran kerja.
9.   Mengubah peralatan kerja.
10. Mengubah prosedur kerja.
11. Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.

C.  PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.

Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL
Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.

Kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, Perubahan kebijakan lingkungan, Perubahan tujuan, Perluasan wilayah operasi tujuan, Volume kegiatan bertambah banyak, Sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu Politik, Hukum, Kebudayaan, Teknologi, Sumberdaya alam, Demografi, Sosiologi

Kekuatan-kekuatan Eksternal yaitu Kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, Perkembagan IPTEK, Perubahan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendaptkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.Kekuatan-kekuatan Internal yaitu Struktur, Sistem dan prosedur, Perlengkapan dan fasilitas, Proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada